Konser Nina Bobo by Mosquitos

Apa yang kau pikirkan? Band berlabel MOSQUITOS  akan konser lagu nina bobo di Indonesia?! hihihihi….ur tricked :P

nig bo bo…ups Big NO NO!! Ini soal Mosquito dalam tampilan yang senyata-nyatanya :)

Bicara soal mosquito or Nyamuk, tentu otomatis kita akan membayangkan hewan bersayap, terbangnguing-nguing di sekitar telinga, menghisap darah hingga bentol-bentol merah di kulit, dan mengganggu tidur pulas kita… betul kan? *sotoy :P

Well, dengan penjelasan singkat ini mungkin brosis gak tertarik membaca kelanjutan tulisan ini, tapi kalo brosis pernah mengalami “penindasan” oleh nyamuk hingga kepingin sangat balas dendam sama mereka, keknya perlu deh baca sampai habis :)

Konser Nina Bobo

Malam hari di musim panas memang jadi “periode perang” antara manusia dan nyamuk. Beda kalau musim hujan, karena nyamuk seakan malas keluar saat penghujan, malas aja kali ya terbang sambil bawa payung :D

“Perang” ini tentu karena serangan gigitan nyamuk yang membabi buta dan konser gratis nina bobonya yang sangat mengganggu tidur. Nah brosis ngerti gak sih kenapa nyamuk-nyamuk nakal suka konser nguing-nguing di telinga kita?

Banyak ragam banyak cerita, cerita anak nusantara aja yang kutau punya 2 versi…. cekidot.

Versi pertama dari masyarakat sunda.

Disebutkan bahwa disuatu masa ada sebuah kerajaan nyamuk dengan ratu nyamuk yang amat sangat cantik rupawan. Sang Ratu ini memakai sepasang giwang (anting) yang superduper indah menawan, sehingga seorang pencuri sangat ingin mencurinya. Suatu hari si pencuri ini berhasil memasuki istana sang ratu, lolos dari pengawasan nyamuk-nyamuk penjaga istana. Ketika memasuki sebuah ruangan dimana sang Ratu sedang tidur lelap, pencuri melihat giwang indah itu terpasang manis di telinga Ratu Nyamuk. Giwang kiri berhasil dilepas sempurna, namun sial benar nasib pencuri karena ketika dia coba melepaskan giwang yang kanan nyamuk penjaga istana memergokinya dan segera memanggil bala bantuan nyamuk- nyamuk sejawatnya. Merasa terancam nasibnya oleh kepungan nyamuk, pencuri lari tunggang langgang loncat keluar istana dari jendela kamar sang Ratu.

Mengetahui giwangnya hilang, sang Ratu murka dan menitahkan kepada
seluruh petugas, pengawal, prajurit nyamuk untuk mencari giwangnya di
seluruh daratan dan haram bagi mereka untuk pulang ke istana sampai
mendapatkan giwang tersebut. Sejak itu para nyamuk kompak memanggil-
manggil giwang-giwang-giwang dengan harapan segera menepukan giwang yang Ratu. Mungkin karena perbedaan frekuensi, jadinya yang kita dengar
bukan giwang-giwang-giwang malahan nyanyian nina bobo nguing-nguing
pengantar tidur di sekitar telinga.

Versi kedua dari masyarakat Yogyakarta.

Versi ini berbeda dari yang pertama di atas. Kali ini disebutkan bahwa ukuran
Ratu Nyamuk sebenarnya sebesar kambing yang kemudian mengecil karena sesuatu hal. Apakah itu?

Alkisah di sebuah desa di Yogyakarta dengan masyarakat yang rajin menggembalakan ternak, bertani, dan mengumpulkan rumput untuk ternak
mereka di rumah, suatu hari tersebar berita bahwa si Ratu Nyamuk akan
“mengunjungi” desa mereka. Tentu saja membayangkan si Ratu Nyamuk yang
segedhe kambing menghisap darah hewan ataupun mereka sendiri adalah
sebuah kengerian yang tak terperikan. Bisa-bisa mati kehabisan darah. Namun
bila tidak keluar rumah, bisa-bisa mereka dan semua binatang ternak mereka mati kelaparan.

Untuk itu, semua penduduk desa berkumpul dan berembuk bagaimana
cara membunuh si Ratu Nyamuk agar mereka dapat hidup tenteram sejahtera
tanpa rasa takut. Usut punya usut, Kepala desa mendapat kabar bahwa Ratu Nyamuk saat itu sedang hamil dan pasti memerlukan seorang dukun bayi
untuk membantu kelahiran anak- anaknya. Selain itu diketahui juga bahwa
apabila subang (anting-anting) sang Ratu dilepas maka ukuran akan berubah
menjadi kecil. Mengetahui hal tesebut, ditunjukkan seorang dukun bayi di
kampung mereka untuk mengamban tugas mengambil subang sang Ratu saat
membantunya bertelur.

Tibalah saat sang Ratu meminta bantuan dukun bayi untuk bertelur. Ketika itu, sebagaimana disepakati bersama, Dukun bayi meminta subang Ratu Nyamuk sebagai pengganti pertolongan yang akan diberikan. Merasa sangat perlu ditolong, sang Ratu Nyamuk pun mengiyakan permintaan dukun bayi. Subang disimpan dengan rapi dan aman oleh dukun bayi.

Dengan alasan untuk membantu persalinan sang Ratu Nyamuk, dukun bayi mempersiapkan setumpuk jerami kering dan meminta sang Ratu Nyamuk untuk merebahkan badannya diatas tumpukan jerami itu. Ketika sang Ratu Nyamuk bersiap untuk bertelur, dukun bayi membakar tumpukan jerami itu sehingga sang Ratu serta merta terbang ke angkasa dan mengeluarkan telur buanyak sekali diatas jerami yang telah habis terbakar. Tak lama setelahnya, semua telur itu menetas dan sang Ratu tanpa subang berubah menjadi kecil seukuran anak-anaknya. Karena marah besar, Sang Ratu mengajak anak- anaknya untuk berputar-putar di kepala dukun bayi demi meminta subangnya kembali. Merasa terganggu, dukun bayi dengan sigap kembali membakar tumpukan jerami kering yang menimbulkan asap tebal demi mengusir nyamuk-nyamuk tersebut. Alhasil nyamuk-nyamuk pergi meninggalkan dukun bayi karena tidak tahan dengan asap jerami yang dibuatnya.

Gimana pendapat brosis tentang 2 versi cerita anak nusantara diatas? Percaya
atau merasa dibohongi? :P

Paling tidak sebagai bahan cerita buat anak-anak, adek-adek kita tentu cukup
menyenangkan. Amanat yang dikandung dalam kedua cerita itu juga sangat indah, diantaranya:

1. Mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam mencari jalan keluar atas
permasalahan yang dihadapi, sebagaimana ditunjukkan oleh masyarakat Yogyakarta tentang bagaimana cara melawan Ratu Nyamuk sebesar kambing.
2. Perjuangan dukun bayi yang dengan ikhlas berjuang untuk keamanan dan
ketrentaman masyarakat dengan menjadi sukarelawan mengambil subang
Ratu Nyamuk. Ini tentu patut diteladani guna menumbuhkan jiwa nasionalisme
yang tinggi di kalangan generasi penerus bangsa kita:)
3. Berusaha selalu menepati janji yang telah dibuat, seperti dicontohkan oleh
pengawal nyamuk yang berjanji untuk membawa kembali giwang sang Ratu
Nyamuk.

Lain lalat lain gajah, lain cerita rakyat lain ilmiah

Naik sedikit ke tingkat yang lebih atas, konser nina bobo nyamuk di telinga ini
bukan tanpa alasan ilmiah yang lebih terpercaya dan masuk di akal kita.

1. Nyamuk menyukai aroma keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat
di kepala. So, intinya bukan telinga tapi kepala brosis. Keringat yang keluar dari
kelenjar keringat ini tertahan oleh rambut dan menimbulkan aroma sendiri
yang menjadi favorit nyamuk. Contoh sederhananya, bila sedang tidak keramas
cobalah brosis mencari kumpulan nyamuk, pasti nyamuk-nyamuk itu akan
berputar-putar dengan riangnya di atas kepala.

2. Nyamuk mendeteksi panas tubuh, dan ketika dia mendekati daerah sekitar
telinga nyamuk tertarik dengan panas di daerah telinga sehingga akan terbang
dan konser disana. Kenapa? Karena telinga ternyata adalah bagian tubuh
manusia yang memiliki suhu mendekati suhu inti tubuh; hal ini berarti, suhu di
telinga paling konstan danlebih tunggu dari bagian tubuh lainnya.

3. Karena mendeteksi panas tubuh, sebenarnya nyamuk gak hanya mendekati bagian telinga, tapi juga bagian-bagian tubuh lain yang tak tertutup selimut ataupun pakaian seperti lengan dan kaki. Tapi saat tidur, kita tak begitu ambil pusing saat nyamuk patroli di bagian kaki atau lengan kita, kecuali mereka mulai konser nina bobo di telinga yang suaranya seperti si Giant di pilem Doraemon: nguing-nguing cempreng :)

Oleh karena itu, kita anggap si nyamuk suka patroli di telinga saja padahal sebenarnya dia suka kemana saja di bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian, tapi kaki dan lengan kita kan gak bisa denger konser nina bobo nya hihihihihi, ya iyalah :P

4. Ternyata konser nyamuk itu adalah alunan bujuk rayu nyamuk jantan  kepada nyamuk betina. Seperti ditulis dalam Science Daily, seorang peneliti
dari Cornell University menyatakan bahwa kepakan suara nyamuk akan lebih
kencang dan makin melengking saat nyamuk jantan dan betina pada masa ”pedekate” sebelum kawin.

Sudah cukup paham soal nyamuk? Sekarang tergantung bagaimana caranya agar tidur tidak terganggung yach…..:)

 

*dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s