Sepenggal kisah perjalanan Umroh di Makkah dan Madinah

rasanya ingin kesana lagi, lagi, lagi……..

Dari pengalaman berharga beberapa waktu kemarin, kurang afdol rasanya bila tak ada kepingan kecil cerita tuk diawetkan diabadikan diceritakan sebagai konsumsi ringan ditengah kesibukan. ^^ Dua kota haram di Arab Saudi adalah Makkah dan Madinah yang tak pernah sepi dikunjungi jutaan bahkan milyaran umat muslim seluruh dunia setiap hari setiap tahunnya. Meskipun musim haji hanya berlangsung selama sebulan per  tahun, namun ibadah haji kecil atau umroh saat ini dapat dilakukan hampir tiap bulan dalam satu tahun. Dan karena itu, Makkah dan Madinah menjadi dua kota utama yang tak pernah mati….selalu hidup, terang, ramai, nyaman, tenang, tak kenal lelah saat kita ada disana. Subhanallah

Madinah

Rute umroh kemarin adalah Jkt- Madinah – Makkah – Jeddah- Jkt, via Doha, Qatar.  Jadi, tempat pertama kali kami menginjakkan kaki di Madinah adalah bandara Prince Mohammad Bin Abdulaziz International Airport.

bandara Madinah

[sayangnya saat tiba, rombongan dalam kondisi terburu-buru karena peraturan baru kota Madinah yang mengurangi pihak-pihak tidak berkepentingan untuk ber-seliweran-di bandara ini]

{dokumentasi ala kadarnya by keys}

Di Madinah ini Nabi Muhammad SAW bermukim (setelah hijrah dari Makkah) hingga wafat. Oleh karena itu Madinah sering disebut sebagai kota Nabi. Di sini terdapat masjid kedua terbesar setelah Masjidil Haram di Makkah, yaitu Masjid Nabawi.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda:
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
“Shalat di masjidku ini lebih baik daripada 1000 shalat di tempat lain, kecuali di Masjid Al-Haram.” (HR. Muslim no. 1394)

Selain bentuk bangunannya yang terbesar kedua, pahala sholat di sini juga terbanyak kedua setelah Masjidil Haram sebagaimana dijelaskan dalam hadis tersebut di atas.

Masjid Nabawi sangat indah, besar, luas, megah dimana setiap pilarnya dilapis emas murni. Atap masjid dapat bergeser dengan semacam rel hidrolis yang pada waktu tertentu dia dibuka sehingga cahaya matahari dapat masuk dengan leluasa. Pada malam hari, bila atap dibuka kita dapat melihat gemerlap bintang di langit dan sejuknya udara malam hari langsung di dalam masjid. Ketika atap dibuka, jamaah bak anak kecil yang takjub betapa mengagumkannya design masjid ini…saya pun terkesima hingga membelalakkan mata ^^.

Pelataran masjid Nabawi yang luas berlantaikan marmer putih bersih yang pada siang hari memantulkan cahaya matahari nan menyilaukan mata. Disini, peran kaca mata hitam sangat amat bermanfaat sekali😉 Namun sebagaimana atap bergeser di dalam masjid, pelataran masjid ini pun dipersiapkan payung-payung hidrolis raksasa yang jika matahari sedang dengan teriknya bersinar, otomatis berpuluh payung akan terbuka dengan indahnya dan menyejukkan suasana.

payung hidrolis masjid nabawi

 

[payung-payung hidrolis Masjid Nabawi]

{photo by keys}

Di dalam masjid Nabawi ini terdapat makam Nabi Muhammad SAW berdampingan dengan makam Umar bin Khatab dan Abu Bakar ash sidiq . Tempat mustajab untuk berdoa di Masjid Nabawi adalah Raudha yang terletak diantara mimbar dan makam Nabi Muhammad SAW (dulu rumah Nabi). Raudhah ini ditandai dengan karpet berwarna hijau (bagian lain masjid karpet berwarna merah) dan tiang yang juga berwarna hijau. Untuk dapat berdoa di Raudhah, jamaah laki-laki tidak perlu menunggu waktu-waktu khusus karena dibuka setiap saat setiap waktu. Tetapi, jamaah perempuan harus menunggu waktu dibukanya Raudhah yaitu antara waktu dhuha jam 9 – 11 pagi, selepas dhuhur yaitu pukul 1 – 2 siang, dan selepas isya’ pukul 9 – 11 malam. Selain harus menunggu waktu-waktu tersebut, jamaah perempuan dari Asia juga dibedakan dengan jamaah dari Turki Palestina atau negara lain yang fisik dan perawakannya besar. Jamaah dari Asia yang notabene berbadan kecil diberikan waktu tersendiri guna menghindari kejadian tergencet atau kemungkinan kecelakaan lainnya. Namun, jika anda kuat fisik dan yakin….tak ada salahnya ikut rombongan Turki untuk dapat langsung dan lebih cepat ke Raudhah. Memang sedikit kucing-kucingan dengan petugas wanita di pintu depan, seperti yang saya alami kemarin hihihihi tapi alhamdulillah lancar. Hanya saja saya sarankan, apabila ragu-ragu lebih baik bergabung dengan teman-teman Asia lainnya🙂

Oiya, satu lagi, di masjid Nabawi dilarang membawa masuk kamera dalam bentuk apapun. Menurut hemat saya tentu untuk menjaga kekhusyu’an ibadah semua jamaah, karena efek dari kamera tentu tidak saja mengganggu satu orang tapi juga jamaah lainnya yang terganggu atau sekedar teralihkan perhatiannya dari beribadah jadi pengamat orang berfoto😛. Selain kamera, tas bergambar hewan, boneka hewan, foto makhluk hidup, dan kalau ada cover pembungkus jilbab (gambar perempuan) juga tidak boleh dibawa ke dalam masjid. Jika tanpa sadar atau lupa membawa ke masjid, nanti oleh petugas wanita masjid akan diminta untuk ditaruh di makhtab (kotak diluar masjid) yang nanti dapat kita ambil kembali setelah sholat saat keluar masjid.

didepan pintu masuk Masjid Nabawi

Saat ziarah kota Madinah, kita juga mengunjungi masjid Quba, dimana disebutkan dalam sebuah hadist :

“Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian ia datang ke Masjid Quba lalu shalat di dalamnya maka baginya seperti pahala umrah.” (HR. an-Nasai dan Ibnu Majah).

memang dari awal pendamping mengingatkan untuk menjaga wudhu karena pahalanya yang besar.

masjid quba

[Masjid Quba]

{photo by keys}

Selanjutnya kami juga mengunjungi pabrik percetakan Al-Qur’an terbesar di Madinah, Malik Fahd, sayangnya hanya laki-laki yang diijinkan masuk ke dalam gedung dan mendapat Al-Qur’an masing-masing 1 buah. Oya sebelum lupa, jika hendak waqaf Al-Qur’an untuk diletakkan di Masjid Nabawi, perlu diingat bahwa Masjid Nabawi hanya menerima Al-Qur’an cetakan dari Percetakan Malik Fahd, sedangkan dari percetakan lain akan dibagikan ke masjid-masjid lain di Madinah. Jadi misal ada keinginan, mumpung ziarah ke percetakannya langsung dapat langsung membeli juga di koperasi percetakan ^^

Ziarah selanjutnya adalah jabal Uhud, namun karena keterbatasan waktu kami tidak turun langsung ke lapangan namun hanya melewati dan berhenti sejenak namun tetap di dalam bis. Kemudian, yang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan orang Indonesia adalah Pasar Korma. Jangan bayangkan sebuah pasar dengan banyak pedagang korma, karena hanya ada 2 pedagang kurma dalam jumlah besar dan menyediakan beragam kurma mulai dari kurma azwa (kurma nabi) sampai kurma sukkari (katanya bermanfaat untuk laki-laki). Ada juga beragam permen dan coklat yang pastinya hanya dapat ditemui di arab. So, it is time to shopping ^^

Makkah

Setelah 4 hari lamanya berada di Madinah, berikutnya berpindah ke Makkah dengan menempuh perjalanan darat selama lebih kurang 5-6 jam. Setiba di kota Makkah, tentu saja, tujuan utama adalah Masjid terbesar di dunia – Masjidil Haram- dengan Ka’bah nya yang menjadi kiblat seluruh umat muslim di dunia ketika melaksanakan sholat. Ka’bah yang berupa bangunan kubus dari batu selalu ditutup dengan kiswah, kain beludru hitam dengan kaligrafi ayat Al Qur’an berwarna kuning emas.

Masjidil Haram sangat indah dengan pualam diseluruh bangunannya. Kemarin, Masjidil Haram sedang dalam tahap renovasi (sepertinya persiapan ibadah haji tahun ini) pelebaran bangunan masjid, sehingga ada beberapa bagian masjid yang ditutup karena proses pembangunan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Di Masjidil Haram, tempat mustajab untuk berdo’a adalah Multazam yang terletak diantara pintu Ka’bah dan Hajar Aswat. Memang perlu sedikit perjuangan untuk mendekati area ini, namun bismillah dengan ijin Allah SWT tak ada yang tak mungkin. Triknya tentu dengan mengikuti aliran tawaf jama’ah karena kita tidak dapat langsung memotong arus putaran tawaf banyak jama’ah, tapi insyaAllah slowly but sure kita akan tiba juga di Multazam dan juga Hajar aswat. Saran saya, jangan memaksakan diri untuk bisa sampai dan berdoa disana dengan menghalalkan segala cara. Kita sesama muslim yang saling menghargai menyayangi satu sama lain, jika untuk sampai disana harus dengan menyakiti umat muslim lainnya, jelas itu bukan hal yang bijak. Utamanya sholat di Masjidil Haram pahalanya adalah 100.000 pahala.

Jika bertekat untuk ke Multazam, baiknya ikuti saran saya dengan mengikuti aliran tawaf sambil sedikit demi sedikit mendekati Ka’bah. Jika ada menemukan orang yang dengan anehnya mendekati anda dan menawarkan untuk mendekati Hajar Aswat, waspadalah karena bisa jadi mereka adalah calo / bodyguard bayaran yang dapat melindungi anda untuk mendekati Hajar Aswat namun dengan tarif yang tentu tidak murah.

Di Masjidil Haram, dalam hal kamera, tidak seketat di Masjid Nabawi, karena meskipun anda membawa kamera saya jamin tak akan terpikir untuk sedikit-sedikit foto sedikit-sedikit pose karena segala pikiran tenaga adalah untuk beribadah. Serasa magnet kekuatan ibadah tersebar dimana-mana, tak pernah merasa lelah. Subhanallah

Ziarah kota Makkah lainnya adalah Jabal Rahmah, tempat bertemunya Nabi Adam dengan Hawa. Banyak orang yang naik ke bukit Rahmah untuk kemudian berdoa enteng jodoh disini, termasuk saya hihihi. Tapi perlu diingat bahwa sebenarnya tidak ada amalan untuk berdoa di Jabal Rahmah, yang paling utama jelas di Masjidil Haram. Jika memang berdoa, niatkan Allah ada dimanapun kita berada, dan semoga kita dihindarkan dari sifat syirik aamiin.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jeddah

Oke, akhirnya harus pulang juga setelah 4 hari di Madinah dan 3 hari di Makkah…pinginnya masih terus disini….😦

Kepulangan menuju Jakarta dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Arsitektur bandaranya megah dan unik, bak tenda-tenda raksasa.

Yang unik adalah di perbatasan kota Makkah dan Jeddah terdapat pintu gerbang raksasa berbentuk Al-Qur’an terbuka.

img_1016

{foto dari internet}

Sebelum bandara, terdapat Masjid Terapung yang unik karena dibangun diatas pantai….indah megah, semilir angin sepoi-sepoi

Alhamdulillah, sepenggal kisah kepingan pengalaman tak ternilai harganya kiranya cukup saya bagikan disini. Semoga kita yang belum kesana disegerakan kesana, dan yang sudah semoga diberi kesempatan untuk kembali datang ke Baitullah dalam ibadah Haji ataupun umrah. Aamiin ya rabb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s