Berjalan di Atas Cahaya

Berjalan di Atas Cahaya

Judul: Berjalan di Atas Cahaya

Pengarang: Hanum Salsabiela Rais, Tutie Amaliah, Wardatul Ulya

No ISBN: ISBN 978-979-22-9359-3

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Tama, Jakarta

Cetakan keempat Juli 2013

<><<><<><<><<><<><<><<><<><<><<><<><<><<><<><<><<><<><<><<><<><

Dan Allah menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan, dan Dia mengampuni kamu, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

(QS. Al Hadid: 28)

Kalau sebelumnya Ri pernah menulis tentang novel 99 Cahaya di Langit Eropa, nah buku ini menyajikan beberapa kisah terkait novel tersebut. Kita intip yuks…^^

Buku ini jelas memberikan semangat dan menyadarkan kita bahwa apa yang kita lihat, dengar, dan rasa setiap waktu setiap kesempatan adalah cahaya dari-Nya. Cahaya itu adalah ilmu, dimana setiap manusia dituntut untuk melakukan perjalanan ilmu dari siapapun dimanapun. Ilmu bukan hanya di dapat dari sekolahan lho, justru ilmu terbaik asalnya dari kehidupan kita sehari-hari…

Dalam Prolog buku ini disebutkan, sebuah perjalanan adalah taaruf, saling mengenal antarmanusia, bahwa kita bersaudara. satu keluarga.

Dalam novel ini, Hanum menulis 11 cerita, Tutie menyumbangkan 6 cerita, dan Wardatul menceritakan 2 kisah. Semua indah-indah, dan memberikan pengalaman baru keliling Eropa hanya dengan membaca buku. Murah bukan??!🙂

Mari-mari kita kupas sedikit beberapa critanya ^^

Misi yang Tak Mungkin

Dalam  cerita ini, dikisahkan bahwa Hanum didaulat untuk menjadi reporter lapangan program ramadhan di Eropa dengan persiapan hanya 10 hari. Disinilah kita belajar apa yang namanya the power of kepepet hahaha i am just kidding of course. Ok, back to the track…. Dari cerita ini kita belajar apa yang namanya the power of silaturrahmi. Jangan pernah mengabaikan siapapun orang yang kita temui, jangan pernah meremehkan siapapun orang yang kita temui agar kita bisa merasakan keuntungannya, agar suatu saat kita dibantu, agar suatu saat kita ditolong.

Dua kalimat dalam cerita ini yang patut dicamkan:

Berhubungan baik dengan semua orang adalah keniscayaan. Suatu lakon yang harus dilandasi keikhlasan.

Bunda Ikoy, Si Perempuan Jam

Kali ini diceritakan seorang Khoiriyah, biasa dipanggil Bunda Ikoy, seorang perempuan keturunan Aceh yang tinggal di Ipsach. Bunda Ikoy adalah seorang pegawai di perusahaan Jam terkenal dunia, dan menjadi satu-satunya pegawai yang berhijab. Subhanallah.

Dari cerita ini kita akan mendapat pelajaran berharga, bahwa jilbab bukan menjadi hambatan. Menilik kalimat Bunda Ikoy, masalahnya bukan jilbab tetapi intinya adalah pembuktian. Bahwa dengan berjilbab, keterampilannya merakit jam bisa melebihi mereka yang tidak berjilbab.

Perusahaan yang masih mempermasalahkan penampilan berjilbab karyawannya tentulah perusahaan yang tidak kredibel. Harusnya semua lapangan pekerjaan harus menggunakan azas meritokrasi, bahwa penilaian seseorang adalah berdasarkan performa BUKAN kedekatan atau penampakan atau penampilan luar saja.

Kisah 5 Perempuan

Kelas bahasa jerman itu menyadarkan Hanum akan pentingnya keluarga. Daphne, seorang dokter anak, tim sukses Obama. Namun setelah bercerai dengan suaminya justru anak-anaknya dibawa suami pertamanya karena dia dianggap tidak kompeten oleh pengadilan. Steliyana, pelukis terkenal, hidup bersama tanpa menikah dan memiliki anak. Clara, Vice President bank di Paris, single di usia yang terbilang tak muda. Fatma, tidak bekerja, tapi bercita-cita menjadi ibu rumah tangga yang terbaik untuk suami dan anaknya. itu saja. Hanum, mantan wartawan, dan mendedikasikan hidup untuk suami karena belum memiliki anak.

Cerita ini memberikan semangat kepada setiap perempuan bahwa kebanggan atas dirinya, kesenangan atas dirinya tidak lengkap tidaklah nyata takkan sempurna bila dia memiliki kehidupan yang diluar track.

my family must come first

Fenomena Gajah Terbang

Oke, disini akan ku tuliskan fenomena Gajahh Terbang dalam cerita ini. Selanjutnya terserah Anda bagaimana mengartikannya ^^

Bayangkan ketika di suatu jalan yang ramai, tiba-tiba seseorang berteriak lantang “Lihat! ada gajah terbang di langit!”

semua orang mendongak tapi tak melihat apapun. lalu orang tadi mengatakan, Ya Tuhan, apakah kalian punya penyakit mata atau bagaimana? Masa gajah sebesar tu tidak bisa kalian lihat?” Lalu satu persatu orang-orang mulai mengaku melihat si gajah dan ikut-ikutan berteriak lantang “Ya, aku melihatnya. Gajahnya berwarna putih” Tak mau kalah, yang lain berkata “Ya Tuhan! ada penunggang di atas gajah itu! Lalu orang-orang lain ikut bersahutan. Jika Kau menjadi salah seorang yang berkerumun tadi, apa yang akan kau katakan?

>>>>>

Masih banyak cerita menarik lainnya yang patut disimak dan dibaca :) (beli dan bacalah sendiri, akan lebih ajibbb hihihi)

Sesungguhnya Allah lebih dekat daripada urat nadi kita sendiri. Dia-lah yang Mahatahu akan apa yang terbersit di hati dan jiwa kita. Dia lebih tahu dari apa yang kita ketahui.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s