Kamakura trip

Indonesia punya Yogyakarta, Jepang punya Kyoto, well….Kanagawa punya Kamakura.

Orang sini bilang Kamakura adalah Kyotonya Tokyo bahkan, karena memang di Kamakura ada banyak kuil dan traditional banget kesannya. Namun, meskipun traditional sentuhan modern dan sarana prasarana pariwisatanya sudah sangat maju dan mudah dijangkau baik dompet maupun lokasišŸ™‚

Kali ini ri pakai tiket free pass dari Fujisawa – Kamakura seharga 600 Yen. Kenapa harus free pass? Karena dengan free pass, kita bisa naik turun kereta untuk mengunjungi setiap stasiun yang dilewati dan menikmati keindahan disana. Oya tiket ini berlaku satu hari full jadi dari pagi sampai malam, sampai kaki lepok jalan juga bisa hehe.

Tiket free pass ini adalah untuk kereta Enoden. Sebuah kereta traditional berwarna hijau yang lain dari kereta lainnya. Kereta ini berjalan melewati tengah kota, persis trem di San Fransisco (sok tau aja sih ri :P) seru banget kalau ngeliat turis2 di jalan dari dalam kereta, mereka sibuk memotret kereta yang berjalan di tengah kota ini.

IMG_0205 IMG_0264 IMG_0369 IMG_0370Karena ini adalah perjalanan nekat tanpa petunjuk sebelumnya, jadi setelah browsing sana sini….diputuskan untuk turun di St. Hase untuk menuju ke Daibutsu (Patung Budha terbesar kedua di Jepang). Tapi sebelum ke Daibutsu, kami sempatin mampir dulu ke kuil Hasedera untuk melihat suasana dan kondisi.

Jalan menuju kuil banyak dipenuhi toko2 suvenir dengan harga yang relatif murah, namun tentu saja ada yang mahal. Satu tempat lebih murah, satu tempat lebih mahal. Wajarlah ya ^^

IMG_0213 IMG_0215 IMG_0219 IMG_0220

 

banyak sekali yang dijual di toko suvenir, bahkan ada juga kue2 dengan bentuk budha kecil lucu. Sayangnya ri gk sempat mencoba kue budhanya, selain rasanya gak tega untuk makan (padahal orang sini santai2 saja) dan tak jelas komposisinya hehehe (masalah halal haram tentu sajašŸ˜‰

IMG_0209 IMG_0221 IMG_0206nah diatas kalo diperhatikan, ada yang jual sandal bentuk ikan…lucu dan anti slip keknya pas dipakai. Kepengen beli namun harganya lumayan mahal, jadi mending diurungkan niatnya. Kuil Hasedera juga tidak dimasuki, karena harus bayar tiket 200 Yen sedangkan didalamnya belum tau ada apa hehe. Jadi fokus utamanya adalah Daibutsu yang terkenal kata orang-orang sini.

Berjalan dari Hasedera ke Daibutsu tidak memakan waktu lama, sekitar 15 menit, namun kenyataanya lebih karena rasanya rugi kalau tak mampir barang sejenak ke toko-toko suvenir disepanjang jalannya. Bahkan, buat yang mencari suvenir Samurai bisa juga dibeli disini dengan harga yang relatif murah katanya.

Ditengah perjalanan juga ri temukan semacam becak yang ditarik. Tapi yang narik sedang tak ditempat, jadi ya foto becaknya aja. Pengen rasanya naik, tapi kasian kalo melihat mereka menarik gerobak ini sedang kita duduk diatasnya. Seperti kembali ke jaman perbudakan yang tidak ber perikemanusiaan. Ā Padahal kalau dipikirkan lagi, ya memang pekerjaan mereka itu, justru dengan begitu mereka dapat uang kan? dan lebih terhormat karena tidak meminta-minta. Oya, yang sangat bagus disini juga gak ada pengemis. Sumpah, gak ada sama sekali. Mantappppp!!!

IMG_0207 IMG_0226

 

Tiba di Daibutsu area, kita harus membayar tiket masuk 200 Yen per orang.

IMG_0231 IMG_0235 IMG_0239Nah yang itu sandal siapa juga kurang tau, tapi sepertinya itu sandal Budha mengingat ukurannya yang sangat besar sekali.

IMG_0391

 

berasa jadi bunga ditengah rumput liar hahahaha :p

Waktunya makan siang……yey!!!

setelah bingung mencari apa yang kemungkinan bisa dimakan, eh alhamdulillah ditempat seperti ini ada restoran turki yang bertuliskan HALAL. Alhamdulillah…langsung masuk dan memesan. ternyata restoran ini adalah restoran kebab. tempatnya kecil tapi bersih, cukup untuk 5 orang saja dine in. cerita punya cerita, si penjualnya sudah 30 tahun stay di Jepang dan malahan sudah jadi WNJ alias Warga Negara Jepang. Yang sangat indah adalah prinsipnya, karena disini tempat halal jadi makanan dari luar yang tidak halal sangat tidak diperbolehkan untuk sekedar masuk ke resto. Moto resto ini juga unik….Yes! We Can. jadi klo ada yang beli apa gitu, dia langsung bilang Yes! We CanšŸ˜‰

Makan siang kali ini adalah kebab with rice, dengan porsi jumbo kata si empunya resto…

IMG_0258

 

Habis makan, perjalanan dilanjutkan ke stasiun Hase untuk kembali naik kereta Enoden menuju Kamakura. Gak perlu bayar lagi, karena masih pakai kartu free passnya. Sebelum mencapai stasiun, teman membeli kue Dorayaki yang jadi favorit tokoh kartun Doraemaon. Lagi2 karena khawatir akan kandungannya, ri terpaksa harus menelan ludah saja dan hanya bisa mengambil fotonya hahaha

IMG_0262 IMG_0320 IMG_0321Ntah didalamnya apa isinya, tapi sepertinya Angko alias kacang merah. kata teman yang makan sih rasanya kek pukis kalo di Indonesia hehehehe

Oke di Kamakura, tempat yang dituju adalah Tsurugaoka Hachima yang bisa dijangkau setelah melewati jalan terkenal Komachi Dori. Kenapa terkenal? karena di jalan ini, sebanyak apapun uang yang kau bawa, bisa habis tak bersisa hahaha secara ini adalah Shopping Town

IMG_0270Disini, ada yang jual jeruk sunkis tp diminum lho…….. buktinya diminum apa? lha itu ada sedotannya xxixix

IMG_0385Jangan bayangkan rasanya manis sejuk segar ya, karena mungkin saking freshnya jadi kena kulit atau kulit ari didalamnya jd rasanya agak2 pahit gmn gitu. Mau dibuang sayang karena harganya lumayan, 400 Yen saudara2. Yang namanya pengen ya mengalahkan harga ;d

Sampai di area Tsurugaoka…. another kuil area.

IMG_0272 IMG_0277sebelum menuju ke kuilnya, ada beberapa penjual makanan di pinggil jalannya, salah satunya adalah permen anggur. Jadi anggur satu biji dimasukin ke larutan gula, tunggu sampai kering dan jadi deh….. dan karena penasaran lagi, saya beli deh …

IMG_0278Naik ke kuil…

Sebelum sampai di kuil, di tengah lapangan ada bangunan yang memang dipakai untuk acara pernikahan. Beruntung kemarin pas ada acara pernikahan, namun sayangnya kamera kurang mumpuni jadi kurang menangkap shoot acara pernikahan tradisional yang sedang berlangsung.

IMG_0284 IMG_0283

 

Foto yang menikah ya pasangan dibawah ini…….

IMG_0315

 

yang unik disini, mereka foto berkali2 di bawah pohon ini. dari awal memang unik bentuk pohon ini, tapi apa ada arti dibalik pohon ini? who knows? cuz i dont know hihi

IMG_0376

 

Di seberang bangunan pernikahan, ad sekumpulan gentong2 kosong yang konon katanya dulu adalah gentong2 penuh isi wine or sebangsanya.

IMG_0287

Pas kebetulan pas foto ada nona2 pakai kimono melintas, so mari kita kemon berfoto bersama mereka

IMG_0397Cewek Jepang memang cantik2 euy!!

Sekarang kita menuju ke Kuil nya….

IMG_0289 IMG_0290 IMG_0301

 

Yang lucu, untuk masuk dan melihat atau berdoa dalam kuil, pengunjung harus membayar tiket masuk. Mau berdoa kok bayar ya???

Jadi karena gk ada niat untuk berdoa disana, kami hanya melihat sekeliling kuil. Berikut adalah tempat dimana orang-orang yang percaya dapat menggantungkan asa dan harapan mereka kepada tuhan.IMG_0306 IMG_0305untuk menuliskan dalam pelat kayu atau kertas seperti ini, di depan kuil persis, ada semacam toko yang menjual segala perlengkapannya. Jadi tinggal beli, tulis, dan gantungkan ….

IMG_0395Well time is up…mari kita kemon turun kuil dan pulang…..

inilah mereka yang mbolang bersama ri kali ini….Keioers (Mahasiswa DD Keio University)

IMG_0317

 

See u again Kamakura …. *)

IMG_0324

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s