Sendai, Tohoku >> Shinkansen experience

Sayangnya aku belum bisa keliling Indonesia, negara kita tercinta, bahkan kecamatan dimana rumahku berada pun sepertinya belum ku jelajahi dengan sempurna. Tapi, syukur alhamdulillah ada kesempatan mengunjungi beberapa kota di sini, salah satunya Sendai, Tohoku. Seandainya tak ada teman yang kuliah disini, sepertinya aku juga tak akan pernah nekat pergi hihihi. Cuman memang ada keinginan tersembunyi untuk mengunjungi beberapa tempat dimana temen-temen seperjuangan berada dan bertebaran di berbagai kampus di jepang ini. Tentu saja sekalian melihat seperti apa keindahan dan kotanya ^^

Yup, perjalanan 3 hari 2 malam di Sendai, Tohoku akhirnya terlaksana sudah untuk mengejar salju😀 Bermimpi untuk naik kereta api yang katanya tercepat di Jepang, Shinkansen, aku memutuskan untuk berangkat naik kereta ini ke Sendai tanggal 28 Desember 2013. Sempat khawatir dan terpikir untuk booking jauh hari karena ini merupakan peak season liburan, namun akhirnya nekat go show ke stasiun kereta. Sampai sekitar pukul 9 pagi di stasiun Fujisawa (Stasiun besar terdekat dari apato), sempat shock karena reserve seat untuk kereta Shinkansen di waktu yang paling mendekati dari jam datangku sudah full dan tersisa hanya non reserve seat. Mengingat non reserve seat berarti rebutan kursi dan bahkan bisa gak dapat duduk untuk perjalanan selama 1.5 jam aku sedikit khawatir. Yang ada alih-alih dapat kursi, aku malah bisa duduk diatas koper. Katroknya, kalo kereta api cepat lagi jalan sedang kita gak dapat duduk bukannya nti bisa jatuh terguling-guling, pikirku. Jadi karena pikiran katrok itu, aku insist untuk dapat reserve seat jam berapapun berangkatnya dari Tokyo. dicari-cari Alhamdulillah ada satu seat kosong di Shinkansen Hayate berangkat pukul 10.28 dari Tokyo. Sip, i grabbed it right away….

Ditimang-timang, non reserve seat Shinkansen seharga ¥10,600 sedangkan reserved seat nya cuma ¥ 11,630. Yaaa selisih ¥1000 tak apalah yang penting bisa duduk tenang dan nyaman selama perjalanan. Yang utama bisa melihat pemandangan di luar sana kek apa jadinya kalo keretanya super cepat hihihi

Tiket terusan Fujisawa - Tokyo >> Tokyo - Sendai
Tiket terusan
Fujisawa – Tokyo >> Tokyo – Sendai

Tiket di atas tertulis Shinkansen ku adalah Shinkansen Hayate…. Sempat bingung kok tertulisnya Hayate bukan Shinkansen😛 akhirnya nanya ke mbah google dan baru tau kalau Hayate ini adalah Shinkansen tercepat kedua di Jepang. Wiih tercepat kedua nih dapat tiketnya, kek apa ya cepetnya….penasaran pengen cepet-cepet naik kereta ^^

eng ing eng ….. Ketika duduk di dalam kereta, dan dengan tepat waktu kereta berjalan ke kota tujuan, seketika itu juga rontok rasa excited ku. Kalo kata orang jawa, ealaaa mung ngene tok ta😛 Mungkin karena aku ada didalamnya, jadi rasanya sama aja seperti naik kereta kebanyakan. Buat yang ada di luar dan melihat larinya kereta mungkin akan terkagum-kagum. Karena orang jepang sendiri aja juga kek katrok mau naik Shinkansen, coba liat foto dibawah ini. Bukan cuma orang asing yang foto-foto, orang jepangnya juga gak kalah. Apa buat mereka Shinkansen itu kendaraan mewah ya?? ku pun tak tau jawabannya.

Buat yang pengen naik sampai mimpi-mimpi segala, saranku sih mendingan buat hal lain yang lebih bermakna. Nah lho, kok aku jadi kek mematahkan mimpi ya hihihi. Well, daripada jauh-jauh buat memperkaya negara lain mendingan jauh-jauh buat memperkaya negara sendiri. Tentu saja dengan harapan bukan untuk memperkaya segelintir orang elit yaaa #ups nyindir deh dikit😳

Tapi kalau masih pengen tau rasanya naik Shinkansen, ini aku kasih analogi rasanya. Karena seumur-umur saya baru naik kereta dari Malang – Jakarta (atau sebaliknya) pakai Gajayana, Bima, dan kereta ekonomi dari Lawang – Blitar (pp), bisa ku bilang naik Shinkansen mirip sama naik Gajayana. Kursinya sama, malahan kalau Gajayana 2×2 yang kemarin kunaiki malah 2×3 seats. Cepetnya?? Kalau diliat dari jarak tempuh ya tetep Shinkansen lebih cepet, tapi kalau dari dalam kereta gak lebih dan gak kurang persis sama Gajayana. Pohon – pohon diluar kereta juga nampak hanya “berjalan” gak sampai berlari seperti bayangaku sebelumnya. Ada pramugari kereta nya juga yang jual makanan, snack, bento, dll. Sama deh pokoknya…. Bahkan kalau misal tadinya aku naik yang non reserved seat juga gak bakalan jatuh terjerembab terguling-guling dan kesusahan pegangan karena saking cepetnya. Lagian mana mungkin disediain tiket berdiri kalau berbahaya😀 Cuman memang kalau ambil yang non reserved seat berarti gak naik Hayate, tapi jenis shinkansen lainnya karena hayate tidak menyediakan non reserved seat. Mungkin memang kereta ini cepet banget ya….. Well, buat saya yang duduk didalamnya cepetnya ya cuma so so lah😆

Masuk dalam kereta, kok ya dapat teman duduk kakek-kakek hehehe. Bukan masalah kakeknya, cuma kalau diajak bicara itu yang susah. Duduk sambil baca koran, ah aman nih kakek pasti mikir aku orang asing yang gak bisa bahasa jepang dan si kakek jelas gak bisa bahasa inggris. Akan tetapi, selang gak lama….si kakek beneran ngajak ngobrol😦 dengan terbata-bata aku jawab beberapa yang nyangkut artinya, maklum bahasa jepang ku amatiran. Senjata ampuh ku adalah, gomennasai sumimasen zeng zeng wakarimasen wakaranai😕 #senjata ampuh lain adalah liat jendela dan pura-pura tidur🙄

Pengalaman pertama naik Shinkansen jadi penuh polusi udara. Apa pasal? si kakek buka bekel yang isinya cumi kering dan minum semi alkohol menurutku, yang pastinya baunya sangat menggangguku….. ampuunn saya susah napas… Setelah ngobrol ngalur ngidul, si kakek nawarin cumi keringnya yang dengan sigap kutolak # maap ya kek, kalo aku makan juga berarti nti bauku sama dunk kek kakek😀

Akhirnya mungkin karena kenyang dan lelah, si kakek tertidur juga…dan aku bisa sedikit norak foto dan menikmati pemandangan di luar sana #yeyey:mrgreen:

di stasiun Tokyo depan pintu masuk Shinkansen
di stasiun Tokyo depan pintu masuk Shinkansen

Shinkansen Hayate
Shinkansen Hayate
Shinkansen Hayate
Shinkansen Hayate
Kursi nya
Kursi nya
pemandangan luar dari dalam
pemandangan luar dari dalam
Kakek teman sebelah
Kakek teman sebelah
ntah lah apa ini hehehe
ntah lah apa ini hehehe