Sendai, Tohoku >> Lanjalan

Keluar kereta sekitar pukul 12 siang, langsung bersyukur sudah sempat foto karcis keretanya karena ternyata keluar gate kedua karcis nya di”makan” mesin😛

background stasiun sendai
background stasiun sendai

Untuk menjelahi sebuah kota, menurutku dibutuhkan paling tidak 3 hari lamanya. Jadi, perjalanku kali ini amat sangat mepet banget. Perjalanan 3 hari terhitung berangkat dan kembali, praktis acara jalan-jalannya cuma 1.5 hari saja. Tapi, sudah cukup memberikan gambaran bagaimana Sendai sebenarnya (meskipun pasti masih banyak spot wisata lain yang sangat perlu dilihat dan di foto :-D)

1. Jozenji-dori Avenue / Sendai Pageant of Starlight

Untuk memaksimalkan waktu, 28 Desember malam, atas rekomendasi mas Dani ( yang mbaurekso di Tohoku University kali ini) kami pergi ke Jozenji-dori Avenue. Disini jelas terlihat moto kota Sendai sebagai “City of Trees” karena sepanjang jalan ini banyak sekali pohon yang memang sangat nyaman kalau dipakai sekedar jalan-jalan menghirup udara segar. Karena sedang dalam major winter event yang diberi judul Sendai Pageant of Starlight (12 – 31 Desember), semua pohon di jalan Jozenji dihiasi dengan lampu  kecil bak pohon lampu atau bahkan bintang bertebaran di bumi. Indahnya pohon lampu kontras sekali dengan salju putih yang masih saja betah nempel di manapun dia mau ^^ #dingin tapi menyenangkan. Suasanya yang diciptakan menjadi sangat romantis, jadi wajar saja kalau malam itu kami banyak melihat pasangan-pasangan berjalan dan berfoto bersama di “tunnel of illumination” ini.

pohon lampu
pohon lampu
Latar belakang pohon lampu
Latar belakang pohon lampu
bersama mbak Tuti
bersama mbak Tuti

IMG_0171 IMG_0168

di depan Sendai Mediatheque
di depan Sendai Mediatheque
pohon lampu dan salju
pohon lampu dan salju
bersama rombongan :blur :-(
bersama rombongan :blur😦

Mencuplik dan menerjemahkan dari leaflet panduan kota Sendai dijelaskan bahwa Jozenji-dori Avenue, yang dipenuhi dengan zelkova (nama pohon Asia yang termasuk dalam keluarga elm, biasanya dipakai untuk hiasan, diambil kayunya, atau sebagai bonsai) adalah jalan yang menjadi simbol kota Sendai yaitu the City of Trees (Mori no Miyako – Kota Sejuta Pohon mungkin kalau kita artikan dalam Indonesia). Kalo suka belanja, setelah puas jalan di Jozenji bisa langsung meluncur ke shopping area yang letaknya gak begitu jauh dari sini.

2. Sendai Mediatheque

Karena udara dingin, sudah alamiah kita perlu mencari kehangatan dan melakukan panggilan alam pada umumnya:mrgreen: So, kita bisa masuk ke Sendai Mediatheque yang lokasinya persis di sisi jalan Jozenji Avenue. Gedung ini dibangun oleh arsitek terkenal dunia bernama Toyo Ito dan telah memenangkan World Architecture Awards 2002 Best Building in East Asia. Kereeeeennn!!!! Gedungnya penuh kaca, tanpa tiang bukan berarti bener-bener tanpa tiang, tapi memang sangat berbeda dengan gedung kebanyakan yang pasti punya pilar-pilar besar. Gedung ini masih punya pilar cuma disusun sedemikian rupa jadi masih tetap artistik dan modern. Sendai Mediatheque ini adalah sebuah bangunan budaya serbaguna yang terdiri dari perpustakaan, studio, galeri, dan lain-lain. Ketika masuk ke dalam gedung, yang muncul di benak adalah ni tempat cozy banget buat nongkrong atau kalau mau ya sambil ngerjain tugas…. karena kalo bosen bisa langsung liat jalanan yang hijau penuh pepohonan…. Kawaii!!

dalam gedung Sendai Mediatheque
dalam gedung Sendai Mediatheque
nampang dulu ah di dalam nya
nampang dulu ah di dalam nya

Berhubung waktunya sudah malam dan putri cinderela harus segera kembali ke sarang sebelum berganti rupa #aish hehe# juga karena jam operasi bus yang hampir berakhir (disini katanya kalau sabtu minggu bus malah cuma sampai jam 9 atau 10 malam)… waktunya untuk pulang dan bersiap esok hari, seharian.

3. Loople Sendai

Sendai Sightseeing City Loop Bus, singkatnya disebut Loople Bus, adalah transportasi paling praktis untuk mengelilingi berbagai obyek wisata di kota Sendai. Tarifnya pun masih sangat masuk akal, one-day ticket nya untuk orang dewasa ¥600 sedangkan buat anak-anak setengahnya. Dari bus guide yang diberikan di loket tiket Stasiun Sendai, paling tidak kita bisa pergi ke 13 tujuan wisata kota Sendai dalam sehari. Namun, baca punya baca jadi kita memutuskan untuk hanya pergi ke dua tempat utama: Site of Sendai Castle dan Osaki Hachimangu Shrine.

Loople bus ini sungguh menarik. Bentuk luarnya mungkin memang hanya bus biasa dengan desain yang memang nampak untuk wisata. Namun, menilik bagian dalamnya sungguh unik dengan sentuhan kayu di dindingnya dan tampilan yang semi kuno tapi kokoh. Menurutku, ini adalah suatu cara menciptakan kesan dari semboyan City of Trees sehingga penumpang pun merasa nyaman di dalamnya #tentu saja selama sopir loople bus juga gak sembarangan mengendarai bus nya.

plang loople bus di stasiun
plang loople bus di stasiun
nampang dikit di depan loople
nampang dikit di depan loople
dinding atap dalam bus
dinding atap dalam bus
dalamnya loople
dalamnya loople
pemandangan dari dalam loople
pemandangan dari dalam loople

4. Site of Sendai Castle

Berdasarkan bus guide brosur, disini adalah lokasi dimana Lord Date Masamune membangun Sendai Castle yang juga disebut Aoba Castle, sekitar lebih dari 4 abad yang lalu. Oleh karena itu, bangunan ternama dan terkenal di Sendai ini adalah patung Masamune di atas kuda. Gak afdol katanya kalo ke Sendai tapi gak datang dan foto di sini ^^. Di keempat sisi basis patung terdapat ukiran atau plakat yang mungkin menceritakan kisah Lord Masamune, tapi berubung aku gak bisa bacanya jadi ya hanya di foto saja😛

Statue of Masamune
Statue of Masamune
masih di sendai site
masih di sendai site

Di luar area utama Sendai site, ada kuil yang cukup ramai juga hari itu. Bagian luarnya penuh dengan lampion yang mungkin dipersiapkan untuk acara tahun baru. Dengar punya denger, pada tahun baru orang Jepang berkumpul di kuil untuk memanjatkan doa agar berberkah di tahun yang akan datang. Kok kita kalah ya? Sekarang seringnya kita kalau taun baruan ikut-ikut barat yang pake terompet kembang api dll… kalau anak kecil sih mending, lha kalo anak besar??😯 Eits iya, tapi kita umat muslim punya tahun baru islam yang penuh khitmat dan doa untuk kehidupan yang lebih baik😉

Tapi tapi jangan keluar site dulu, meskipun toko oleh-oleh dan kue mochi khas Sendai sedang menunggu. Karena selain patung Lord Masamune, Sendai site juga memberikan panorama sangat menarik dari seluruh kota Sendai. Dari posisi atas ini, kita bisa melihat seluruh kota Sendai: gedungnya, jalannya, laut, pohon, bahkan mobil yang lagi jalan…Syukur alhamdulillah, kamera alami alias mata anugerah Allah SWT dapat menangkap semua itu, meskipun tak dapat ditampilkan tapi dia tersimpat dalam album foto di hati ku #eaaa

Area yang luuuwaass dan memanjakan mata, bikin betah karena kita bisa melihat hiruk pikuknya kota di bawah sedang kita dengan santainya tertawa tersenyum dan tak berada di dalamnya meskipun hanya beberapa jam. Jadi kalau ingin keluar dari ramainya kota, hai warga Sendai datang saja kesini…meskipun pasti ada saja pengunjung tapi itu ta begitu berarti, karena kita bisa menikmati kesenderian dan perenungan kita di “atas” sebuah kota😉.

Sendai panoramic picture
Sendai panoramic picture

Oke, nyari cemilan khas yuk🙂 Yang khas dari Sendai adalah edamame atau kacang kedelai hijau, so makanan khas disini pastilah mengandung itu: Mochi Zunda. Kenapa zunda? Aku pun kurang tau kenapa namanya zunda, atau mungkin zunda artinya kacang kedelai hijau ya? Cuman memang buat yang suka ngumpulin kitkat aneka rasa, kitkat zunda itu limited edition from Sendai.

Yup, balik lagi ke mochi zunda, gak banyak yang bisa kuceritakan karena gak tau gimana cara bikinnya… yang pasti ada mochi dan diberi pasta zunda. Wuiihh mantap banget rasanya..muaknyuusss!! pengen maem lagi tapi dimana nyarinya disini ya😦

mochi zunda
mochi zunda (yang hijau) 

5. Osaki Hachimangu Shrine

Destinasi selanjutnya adalah Osaki Hachimangu Shrine, balik lagi ke loople guide brosur: kuil osaki hachimangu ini termasuk salah satu bangunan tertua yang paling terkenal di Sendai. Dibangun pada tahun 1607 atas perintah Lord Date Masamune. Dilihat dari ukiran-ukiran indah di dindingnya, kuil ini menjadi yang kuil tertua di Jepang dengan style bangunan Momoyama: dan tentu saja kuil ini menjadi kekayaan nasional Jepang.

Sayang di sayang saat kesana, kuil sepertinya sedang mempersiapkan diri untuk pergantian tahun dimana mungkin akan banyak pengunjung yang datang untuk berdoa.

kuil Osaki Hachimangu
kuil Osaki Hachimangu
menuju Osaki hachimangu
menuju Osaki hachimangu

well segitu aja kira-kira perjalanannya di sini…. maybe next time balik lagi untuk explore yang lain. Semoga ada kesempatan dan dana mendukung #hahahaha😆

Keys

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s