I choose not giving my pennies

Sejak menikah, aku ikut suami tinggal di daerah Pasar Rebo dimana secara otomatis aku masuk dalam klub “roker” a.k.a rombongan kereta tiap pulang kerja di seputaran Gambir. Menjadi anggota roker berarti juga menjadi anggota angkoters S15 / S15A, jadi sekali daftar langsung punya membership di beberapa klub 😊😝.

Di tiap sore jalur Pasming-Pasreb inilah yang jadi perhatianku karena sangat berbeda dengan di daerahku, Lawang – Malang – Jatim. Angkot disana tenang dan nyaman…. 

Disini, di kota ini, di angkot kita dapat hiburan berbayar seiklasnya… Terkadang beberapa hari berturut-turut dia lagi dia lagi 😬. Kalau lagunya enak orangnya sopan pasti banyak orang appreciate. Yang kusayangkan bila ada adik-adik kecil ikutan ngamen. Bagi mereka aku memilih tidak memberikan buat mereka. Bukan krn aku pelit atu gak sayang anak-anak…. Justru sebaliknya, aku sangat sayang mereka.

Dengan tidak memberi mereka, aku berharap mereka berpikir bahwa mencari uang itu tidak gampang. Kalau tidak dapat uang, mereka bisa saja berhenti mengamen dan lebih memilih untuk sekolah.

Masalah baru mungkin saja timbul, “terus biaya sekolahnya darimana?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s